[PRESS RELEASE] Konsisten Libatkan Anak Muda, PAN Lantik Jubir Muda

Ai-Jakarta. Hari Jum’at biasa dimaknai sebagai hari penuh berkah oleh umat beragama. Di hari itu pada (06/08), Partai Amanat Nasional (PAN) resmi melantik Juru Bicara Muda atau Jubir Muda sebagai perpanjangan tangan anak muda dalam mengartikulasikan berbagai keresahan yang ada dalam kehidupan sosial dan politik di Indonesia.

Di tengah rendahnya kepercayaan masyarakat muda terhadap kehidupan politik tanah air, berbagai partai mencoba untuk mendekati dan menarik simpati anak muda untuk berafiliasi langsung dengan partai politik. Namun, tidak jarang anak muda justru hanya dijadikan sebagai komoditas politik untuk lumbung suara khususnya menjelang kontestasi.

Hanya sedikit partai yang berani untuk langsung melibatkan anak muda secara terbuka. Biasanya, kita sering menemui partai yang cenderung implisit dalam merangkul anak muda sebagai mesin partainya.

Kali ini, Partai Amanat Nasional (PAN) berani untuk tampil kepada publik sebagai partai yang memang sepenuhnya peduli akan suara anak muda. Konsolidasi suara anak muda dalam wadah besar seperti partai politik dirasa perlu. Khususnya, di tengah banyaknya gerakan anak muda yang tengah meningkat dalam merespon berbagai isu-isu publik.

Hadirnya Harapan Anak Muda

Dalam hasil survei penduduk 2021, anak muda menyumbang 53,81% dari total penduduk nasional. Aspirasi dan kekuatan anak muda bisa lebih berdampak jika memang terkonosolidasikan dengan baik. Wadah seperti gerakan mahasiswa melalui organisasi kampus merupakan salah satu bentuk konsolidasi politik mahasiswa. Namun, gerakan tersebut dirasa kurang bisa mempengaruhi jalannya politik pemerintahan saat ini.

Aksi demonstrasi mahasiswa seperti dalam gerakan menolak upaya pelemahan KPK hingga Omnibus Law UU Cipta Kerja merupakan bukti kurang berpengarunya kalangan muda dalam memberikan input politik. Alhasil, suara yang hadir hanya berlalu lalang dan kebijakan yang ditentang tetap saja dijalankan.

Berbagai fakta tersebut memberi kita gambaran bahwa saat ini kaum muda membutuhkan wadah yang lebih kuat dan lebih berpengaruh. Partai politik bisa menjadi salah satu alternatif bagi anak muda untuk menyuarakan pandangannya.

Jubir Muda, Aksi Baru Generasi Milenial

Tidak hanya menjadi simbol pembaharuan, Jubir Muda menjadi ajang bagi anak muda untuk mulai lebih berani dalam bersuara merespon berbagai kebijakan dan situasi perpolitikan tanah air. Berkah dari demokrasi seperti kebebasan berpendapat semakin dimanfaatkan dengan baik oleh PAN, yang mengkolaborasikan semangat yang dimiliki oleh generasi muda dengan stabilitas serta jejaring luas yang dimiliki oleh partai politik.

Keseriusan PAN untuk merangkul kaum muda sangat terlihat. Tidak tanggung, acara pelantikan Jubir Muda dihadiri langsung oleh Zulkifli Hasan selaku Ketua Umum PAN beserta jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) seperti Sekretaris Jenderal Eddy Soeparno, Ketua DPP Sigit Purnomo (Pasha Ungu), dan Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauliadi.

“Saya kukuhkan anda sebagai Juru Bicara Muda PAN. Peran kita adalah peran perjuangan. Kita punya basis nilai dan moral sesuai dengan UUD 1945.” Ujar Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dalam pelantikan Jubir Muda.

Jubir muda berisikan 8 anggota dengan latar belakang yang bermacam-macam dan nantinya akan berusaha untuk menyuarakan pandangan dan tuntutan anak muda akan situasi perpolitikan di tanah air.

Beberapa nama jubir muda PAN adalah:

  • Aliah Lestari Sayuti (32 Tahun)
  • Ayu Arianti (25 Tahun)
  • Dimas Prakoso Akbar (35 Tahun)
  • Enggal Pamukty (32 Tahun)
  • Faisal Alfansury (28 Tahun)
  • Faiz Arsyad (23 Tahun)
  • Febri Wahyuni Sabran (28 Tahun)
  • Valeryan Bramasta Kelana Putra (22 Tahun)

Dengan rata-rata usia di bawah 30 tahun, para Jubir Muda telah merepresentasikan baik dari Generasi Millenial dan juga Gen-Z. Kolaborasi antar anak muda ini sangat ditunggu dan diharapkan bisa menjadi angin segar di tengah keringnya perpolitikan tanah air.

“Kami sangat senang PAN mengakomodir anak-anak muda untuk melakukan kerja politik, dan bukan dijadikan sebagai komoditas politik yang hanya menggenjot elektabilitas semata.” Ujar salah satu Jubir Muda asal Sumatera Barat, Febri Wahyuni Sabran.

Anak muda yang mulai menyambut baik minat partai politik tanpa sikap skeptisme yang berlebihan bisa menjadi tonggak awal bangkitnya politik generasi muda di era disrupsi. Tentu kita semua berharap kesenangan yang didapatkan oleh para Jubir Muda ini bisa berakhir menjadi kesenangan bagi masyarakat Indonesia seutuhnya.