[PRESS RELEASE] PUAN, Wadah Baru Wujudkan Partisipasi Perempuan

Ai-Jakarta. Tidak bisa disangkal, peran perempuan tidaklah tergantikan oleh apapun. Mulai dari individu saat kita berhubungan dengan orang tua, hingga dalam urusan yang lebih makro seperti ketatanegaraan yang ditunjukan melalui kebutuhan negara akan sosok ibu negara.

Kali ini pada Jum’at (24/09), Perempuan Amanat Nasional atau yang disingkat dengan PUAN resmi melantik pengurus baru DPP PUAN untuk kepengurusan tahun 2020-2025. PUAN sendiri adalah organisasi otonomi yang berada di bawah Partai Amanat Nasional (PAN). Namun terlepas dari afiliasnya dengan partai, PUAN mengukuhkan bahwa tujuan utamanya adalah untuk memberdayakan perempuan dan menghadirkan lingkungan yang inklusif.

“Kami ini lintas profesi, usia, dan agama. Dan inshaallah tahun depan kita akan melakukan rakernas yang menentukan arah kebijakan PUAN selanjutnya,” Ujar Ketua DPP PUAN, Intan Fauzi.

Selaku Ketua Umum DPP PUAN, Intan Fauzi sangat menyoroti pentingnya representasi perempuan dalam pemerintahan. Salah satunya tertera dalam kewajiban bagi partai politik untuk mencalonkan perempuan minimal 30 persen dari keseluruhan calon anggota legislatifnya sesuai dengan UU No.7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

“Kalau bilang perempuan diprioritaskan ya itu sudah, tinggal bagaimana kami perempuan bisa melakukan pemberdayaan. DPP PUAN bagian dari kerjanya adalah pemberdayaan perempuan dari mulai ekonomi hingga politik,” Ucap Anggota Komisi IX DPR RI itu.

PUAN di Tangan Menjanjikan

Ketua PUAN saat ini bukanlah sosok sembarangan. Intan Fauzi sebelumnya adalah bendahara umum dari PUAN dan juga pernah menjadi Anggota Komisi V DPR RI pada periode 2014-2019. Selain itu ia juga adalah anggota dari Kamar Dagang Indonesia (KADIN).

Beliau memiliki latar belakang pendidikan hukum yang lulus jenjang Sarjana dari Universitas Indonesia dan melanjutkan jenjang Pasca-sarjana di University of Nottingham, Inggris. Berkat pengetahuan dan keterampilannya tersebut, beliau bisa dinilai cakap untuk membahas proses kebijakan dan legislasi nasional, tentu dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR RI.

Berbekal latar belakang dan berbagai pengalaman yang dimilikinya, Intan Fauzi ibarat ‘Matahari’ khususnya sebagai srikandi yang tengah menyinari kancah perpolitikan tanah air. Karena seperti yang kita ketahui tidak banyak dari partai politik yang secara eksplisit berani memberikan wadah kepada wanita untuk berorganisasi secara otonom, bahkan hingga terwadahkan secara struktural seperti PUAN.

Mendobrak Apatisme Politik Perempuan

Tantangan tentu akan hadir di setiap agenda besar yang ingin diperbuat, dan misi besar untuk melibatkan wanita ke panggung politik bukanlah hal kecil. Sejauh ini perempuan lekat dengan stigma hanya sebagai seorang ibu rumah tangga yang mengurusi urusan domestik, hingga ibu-ibu yang jauh dari kata produktif. Namun stigma tersebut perlahan harus dan akan berubah. Saat ini wanita telah dan akan terus menunjukan kemampuannya sebagai sosok yang cakap untuk mengelola hal besar, tak terkecuali politik dan pemerintahan.

Sebagai wadah inklusif bagi wanita yang langsung berafiliasi dengan partai politik, PUAN sangatlah visioner. Dengan target mengaktivasi partisipasi perempuan dalam panggung politik, Intan Fauzi memandang bahwa peran perempuan sebenarnya sangatlah aktual dan relevan, namun tidak disadari oleh banyak pihak.

“Kita tahu kalau datang ke berbagai wilayah seperti RT, RW, Kelurahan, dan Kecamatan, penggerak di lingkungan itu adalah perempuan. Pengurus PKK, Posyandu, itu perempuan dan semua itu adalah ceruk para calon anggota legislatif untuk melakukan sosialisasi. Yang diajak itu ya pasti ibu-ibu,”

Namun, beliau turut menyadari bahwa masih membutuhkan jenjang yang panjang untuk memberikan edukasi politik secara merata bagi perempuan untuk menggugah keinginan untuk terjun ke politik. Karena sejatinya dengan politik kita bisa memperjuangkan hak perempuan melalui undang-undang, peraturan, hingga anggaran dalam lingkup ketatanegaraan.

Dengan eksistensi PUAN, kita bisa menyadari bahwa berbagai jargon hingga misi politik seputar perempuan adalah kebutuhan saat ini. Kita tidak bisa menafikan lagi peran besar para perempuan di berbagai bidangnya. PUAN bisa menjadi garda terdepan untuk mengembangkan partisipasi perempuan, sekaligus sebagai bentuk aksi nyata dan kepedulian terhadap nasib dan perjuangan perempuan Indonesia.