[PRESS RELEASE] Meningkatkan Imun Tubuh di Masa Pandemi

AI-Jakarta. Situasi global penyebaran Covid-19 semakin masif. Angka infeksi yang hampir mencapai 199 juta kasus serta kematian akibat virus yang hampir mencapai 4,5 juta jiwa membuat berbagai negara di dunia semakin dinamis dalam mengeluarkan kebijakannya.

Strategi seperti 3M yang dilakukan masyarakat, 3T yang dilakukan oleh pemerintah, serta program vaksinasi menjadi upaya andalan Indonesia untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kebijakan pendukung lainnya seperti PPKM menjadi alternatif kebijakan untuk mengatur mobilitas warga, tapi hal ini tidak menjamin bahwa kasus Covid-19 terkendali.

Pemerintah sudah bertindak banyak, namun kunci utamanya tetaplah dari masyarakat. Peran penting individu seperti penerapan protokol kesehatan dengan baik serta mengikuti berbagai imbauan pemerintah dinilai bisa membantu pengendalian Covid-19 di Indonesia.

Dalam rangka menggaungkan berbagai kolaborasi yang bisa dilakukan dalam penanganan Covid-19 khususnya oleh perempuan, DPP Perempuan Amanat Nasional (PUAN) mengadakan webinar dengan tema “Meningkatkan Imun Tubuh di Masa Pandemi.” Acara ini menghadirkan narasumber yang ahli dibidang kesehatan seperti dr. Siti Nadia Tarmizi selaku Juru Bicara Covid-19 dan Direktur P2ML Kementerian Kesehatan RI, dan juga dr. Reisa Broto Asmoro selaku Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 & Duta Adaptasi Kebiasaan Baru.

Program Vaksinasi Sebagai Kunci

Hingga saat ini sudah terdapat 21 juta penduduk Indonesia yang telah menyelesaikan vaksinasi hingga suntikan kedua. Angka yang tergolong rendah dengan capaian sekitar 25% penduduk Indonesia yang telah tuntas divaksinasi. Di sisi lain, pemerintah mengklaim bahwa hingga akhir tahun 2021 Indonesia akan menerima 331 juta dosis vaksin.

Walaupun menjadi kunci utama pengendalian Covid-19, vaksinasi tidak bisa dijadikan faktor tunggal keberhasilan Indonesia untuk mengendalikan pandemi. Penerapan 3M dan 3T dari elemen masyarakat dan pemerintah harus tetap dilaksanakan dengan baik.

Pihak dari Kementerian Kesehatan yang diwakili oleh dr. Siti Nadia Tarmizi memaparkan bahwa vaksin merupakan salah satu cara paling jitu yang bisa dilakukan sejauh ini untuk memproteksi diri dari Covid-19.

“Peningkatan imunitas bisa berasal dari dua macam, yaitu imunitas pasif, saat tubuh tidak membentuk anti-body secara natural sehingga harus dibantu salah satunya melalui proses vaksinasi. Serta imunitas aktif, saat tubuh membentuk kekebalan tubuh secara natural, seperti sembuh dari sebuah penyakit.” ujarnya.

Hingga saat ini pemerintah telah mengamankan 6 (enam) jenis vaksin untuk program vaksinasi nasional, yaitu; Sinovac, Sinopharm, Astra-Zeneca, Moderna, Pfizer-Biontech, dan Novavax. Dengan banyaknya jenis vaksin, Kementerian Kesehatan optimis target herd immunity atau kekebalan kelompok bisa segera terealisasi di Indonesia.

Namun, tingkat ketidakpercayaan terhadap vaksin menjadi tantangan tersendiri yang dihadapi oleh pemerintah.  “Hingga saat ini terdapat sekitar 7% dari penduduk nasional, atau berkisar 19 juta jiwa yang belum percaya akan program vaksinasi karena berbagai macam motif mulai dari keyakinan, agama, hingga keraguan akan vaksin,” ungkap dr. Siti.

Perkuat Imun dan Saring Informasi

Seperti yang kita ketahui, imunitas tubuh berperan penting akan reaksi tubuh saat terpapar penyakit, salah satunya Covid-19. Pada kesempatan yang sama, dr. Reisa Broto Asmoro selaku Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 menyatakan bahwa banyak yang bisa dilakukan masyarakat dalam rangka meningkatkan imunnya.

Dokter Reisa menjelaskan bahwa banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan imun. Salah satu program pemerintah seperti Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) adalah salah satunya.

“Beberapa langkah seperti makan dengan gizi seimbang, menjaga pola tidur, dan olahraga secara teratur merupakan ikhtiar yang bisa kita lakukan untuk memproteksi diri dari Covid-19,” ujarnya.

Sehingga, upaya individu dalam memperkuat imun berperan penting dalam pengendalian kasus Covid-19 di Indonesia, tentu harus diiringi dengan 3M dari masyarakat dan 3T dari pemerintah.

Namun, berbagai upaya kolektif tidak akan berdampak signifikan jika masih banyak masyarakat yang kurang teliti dalam memilah informasi. Permasalahan hoax hingga disinformasi menjadi tantangan utama dalam implementasi berbagai program pemerintah, salah satunya program vaksinasi. Dokter Reisa menyoroti tingginya angka hoax terkait Covid-19 di Indonesia yang sudah mencapai lebih dari 5000 informasi hoax beredar sejak awal pandemi.

“Masyarakat harus lebih selektif dalam memilah informasi. Oleh karena itu saya mengajak yuk kita semua untuk membudayakan saring sebelum sharing informasi di berbagai media”.

Hal tersebut terlihat relevan, karena memang tindakan saring sebelum sharing bisa menjadi upaya preventif yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam memilah informasi di dunia digital. Selain itu, pemerintah telah membuat portal khusus untuk mengkonfirmasi informasi yang sedang beredar. Masyarakat bisa mengaksesnya melalui (s.id/infovaksin).

Kerja Kolektif

Penanganan pandemi adalah usaha bersama baik dari elemen masyarakat dan negara. Kolaborasi adalah kunci utama agar bangsa ini bisa segera terbebas dari pandemi. Di akhir acara, Hj. Intan Fauzi selaku Ketua DPP PUAN mengajak seluruh komponen bangsa agar terus menjaga imunitasnya serta terus mendukung dan mengikuti arahan dari pemerintah.

“Seluruh komponen bangsa harus terus menjaga imunitasnya. Ini semua adalah pekerjaan berat dan kita harus terus mendukung serta mengikuti arahan dari pemerintah agar Indonesia bisa segera terbebas dari Covid-19,” Ujar Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN tersebut.

Peran perempuan juga tidak bisa dianggap ringan. Banyak perempuan yang telah berkontribusi lintas profesi dalam upaya penanganan pandemi di Indonesia. Oleh karena itu, negara harus bersatu terlepas dari berbagai kepentingan tiap golongannya untuk mewujudkan Indonesia bebas Covid-19.